Kabupaten Asahan, Walpisnusantaranews.com – Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar kembali digagalkan aparat. Kali ini, jalur perairan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menjadi saksi bisu bagaimana tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut membongkar rencana pengiriman sabu dan ekstasi yang diduga melibatkan jaringan terorganisir.
Operasi yang berlangsung senyap namun terukur itu berujung pada penangkapan seorang pria berinisial B (38), yang diduga kuat berperan sebagai kurir. Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti dalam jumlah fantastis: sekitar 50 kilogram sabu dan ratusan butir pil ekstasi yang siap diedarkan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bukanlah hasil kerja instan. Semuanya berawal dari informasi intelijen terkait adanya pergerakan narkotika melalui jalur laut di perairan Asahan.
“Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif. Selama hampir dua minggu, aktivitas mencurigakan terus kami dalami hingga akhirnya mengerucut pada satu target,” ujar Andy, Rabu (25/03/2026).
Kecurigaan aparat semakin kuat saat sebuah kapal terpantau memasuki wilayah perairan Asahan dengan pola pergerakan yang tidak biasa. Tanpa membuang waktu, tim langsung melakukan pengintaian hingga akhirnya melakukan penyergapan.
Detik-detik penangkapan berlangsung dramatis. Saat kapal dihentikan dan dilakukan penggeledahan, petugas menemukan puluhan bungkus plastik berlabel teh Cina yang ternyata berisi sabu dengan berat total mencapai 50 kilogram. Selain itu, turut diamankan ratusan butir ekstasi, satu unit kapal, telepon genggam, serta perangkat GPS yang diduga digunakan untuk navigasi dan koordinasi.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka B mengaku hanya bertugas sebagai kurir. Ia mengaku diperintahkan oleh seseorang berinisial F dengan imbalan sebesar Rp70 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut ke titik tujuan yang telah ditentukan.
Namun, ketika tim melakukan pengembangan ke kediaman sosok F yang diduga sebagai pengendali utama, hasilnya nihil. Target sudah lebih dulu menghilang dan kini masuk dalam daftar pencarian aparat.
“Ini tidak berhenti di sini. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik kasus ini. Siapa pun yang terlibat akan kami kejar,” tegas Andy.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Pengungkapan ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur perairan masih menjadi celah yang kerap dimanfaatkan jaringan narkotika. Namun di sisi lain, keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan dalam skala besar ini menunjukkan bahwa pengawasan terus diperketat dan perlawanan terhadap peredaran narkoba belum akan berhenti.(ESS)



















