Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Polemik dugaan adanya belatung dalam buah jeruk yang dibagikan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Karangmukti 1, Kecamatan Salawu, menuai klarifikasi dari pihak penyelenggara. SPPG Karangmukti 1 secara tegas membantah kebenaran temuan tersebut dan menyebut informasi yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan. (20/04/2026)
Kepala SPPG Karangmukti 1, Rizky, menyampaikan bahwa selama proses distribusi berlangsung, pihaknya tidak menerima adanya laporan atau aduan dari para penerima manfaat terkait kualitas makanan, termasuk buah jeruk yang dibagikan.
“Tidak benar adanya temuan belatung dalam jeruk yang kami distribusikan. Sampai saat ini kami tidak menerima keluhan dari penerima manfaat,” ujar Rizky saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, sebelum makanan didistribusikan, seluruh paket MBG telah melalui proses uji organoleptik sebagai bentuk pengendalian mutu. Proses tersebut mencakup pengecekan rasa, aroma, tekstur, dan tampilan makanan guna memastikan kelayakan konsumsi.
“Setiap paket yang akan dibagikan sudah melalui uji organoleptik sesuai prosedur. Ini menjadi komitmen kami dalam menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Rizky juga membantah isu adanya dugaan “backingan” oleh oknum berinisial R dalam operasional SPPG Karangmukti 1. Rizky menjelaskan bahwa peran R bukan sebagai pihak yang melindungi atau membackup, melainkan sebatas menjembatani komunikasi antara pihak SPPG dan awak media.
“Perlu kami luruskan, R bukan membackup atau melindungi SPPG. Yang bersangkutan adalah bagian dari unsur Muspika wilayah Salawu, yang membantu menjembatani komunikasi antara awak media dan pihak dapur apabila ada hal yang perlu dikonfirmasi,” jelasnya.
Pihak SPPG Karangmukti 1 pun berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, sekaligus menghindari kesalah pahaman yang berpotensi merugikan berbagai pihak.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap kritis namun bijak dalam menyikapi informasi, serta mengedepankan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan terkait guna memastikan kebenaran suatu peristiwa.(RY/UR)



















