Warga menilai, pembiaran terhadap jalan rusak ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kalau jalan utama saja tidak diperhatikan, lalu di mana prioritas pemerintah?” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Desakan pun semakin menguat agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.
Jika kondisi ini terus diabaikan, masyarakat khawatir jumlah korban kecelakaan akan terus bertambah, sementara akses ekonomi dan mobilitas warga semakin terhambat.
Kini, warga hanya menunggu: apakah pemerintah akan benar-benar hadir, atau kembali membiarkan persoalan ini tanpa solusi nyata.(FH)



















