Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Membangun karakter anak tidak cukup dilakukan di ruang kelas. Kesadaran itulah yang menjadi semangat Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Tasikmalaya saat menggelar kegiatan Parenting Bahagia ” Mewujudkan RA Aman dan Berkarakter” sebagai wadah mempererat kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendidik generasi sejak usia dini. Kamis (06/08/2026)
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut dihadiri para guru Raudhatul Athfal (RA) bersama ratusan orang tua peserta didik dari seluruh RA di Kecamatan Pagerageung. Tingginya partisipasi peserta mencerminkan semakin kuatnya kesadaran bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan lembaga pendidikan.
Ketua PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Depon Nurul Aida, S.Ag., M.Pd., yang sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh pola pengasuhan yang diterapkan di rumah.
“Guru memiliki peran sebagai pendidik di sekolah, sementara orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Ketika komunikasi dan sinergi keduanya terbangun dengan baik, proses pendidikan akan semakin efektif dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.
Dalam sesi materi, peserta diajak memahami pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan pendidikan yang menanamkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, sesama manusia, lingkungan, serta tanah air. Nilai-nilai tersebut dipandang sebagai pondasi dalam membangun karakter anak sejak dini.
Selain itu, para peserta juga memperoleh penguatan mengenai implementasi falsafah Pancawaluya, yang menitikberatkan pada pembentukan pribadi anak yang Cageur (sehat), Bageur (berakhlak baik), Bener (jujur), Pinter (berilmu), dan Singer (terampil, kreatif, serta tangguh) sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Melalui program ini, PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya berharap terbangun komitmen yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang berkarakter serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Apresiasi juga datang dari salah seorang orang tua peserta, Mami Diana dari RA Uswatun Hasanah. Ia menilai kegiatan parenting semacam ini memberikan wawasan baru bagi orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga.
“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, dan orang tua merupakan madrasah pertama dalam kehidupannya. Karena itu, selain memenuhi kebutuhan materi, kami juga harus membekali diri dengan ilmu dan pemahaman tentang pola asuh yang tepat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan semoga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Terima kasih kepada IGRA yang telah memfasilitasi kegiatan yang memberikan manfaat besar bagi kami sebagai orang tua,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Parenting Bahagia, PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui penguatan kemitraan antara sekolah dan keluarga. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, serta berorientasi pada tumbuh kembang anak secara optimal.(RY/UR)



















