Kabupaten Maybrat, Walpisnusantaranews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maybrat membuka ruang diskusi publik melalui kegiatan Bedah Buku Seri 1 dan Seri 2. Forum tersebut tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga menjadi wadah untuk mengulas berbagai persoalan politik, kepemiluan, dan dinamika demokrasi di Papua.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/9/2026), mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai, digelar di Kantor KPU Kabupaten Maybrat. Sejumlah akademisi, penyelenggara pemilu, mantan penyelenggara, serta masyarakat turut terlibat dalam forum diskusi tersebut.
Dua tema diangkat dalam kegiatan itu. Seri pertama membahas politik identitas di Papua, sedangkan seri kedua mengangkat persoalan konflik Pilkada di Kabupaten Maybrat, khususnya terkait sistem dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Pada Bedah Buku Seri 1, peserta mendiskusikan buku berjudul “Kitong Bakalai Sendiri: Politik Identitas di Papua” karya Jonny Ricardo Kocu, S.IP., M.IP. Penulis sekaligus hadir sebagai salah satu narasumber dalam forum tersebut.
Pembahasan diarahkan pada dinamika politik identitas dalam kehidupan masyarakat Papua, termasuk keterkaitannya dengan sejarah, budaya, identitas, serta kondisi sosial masyarakat.
Persoalan politik identitas dinilai menjadi salah satu isu yang relevan untuk dibicarakan dalam konteks demokrasi di Papua. Identitas masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial dan budaya, tetapi juga dapat beririsan dengan dinamika politik dan proses demokrasi.
Diskusi menghadirkan Melkyanus Kambu, S.Sos., mantan anggota KPU Kabupaten Maybrat, sebagai Panelis 1. Sementara itu, Panelis 2 diisi Imanuel Tahrin, S.T., Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Maybrat.
Jalannya diskusi dipandu Felix Ulis Sasior, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Maybrat. Sementara Ketua KPU Kabupaten Maybrat, Dominggus Isir, memberikan sambutan pembuka.
Memasuki Seri 2, pembahasan diarahkan pada tema “Konflik Pilkada di Kabupaten Maybrat: Problem Sistemik Daftar Pemilih Tetap.”
Tema tersebut membawa diskusi pada persoalan yang lebih spesifik dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, terutama menyangkut daftar pemilih.
Daftar Pemilih Tetap menjadi salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Akurasi data pemilih berkaitan erat dengan pemenuhan hak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi.
Karena itu, pembahasan mengenai persoalan DPT menjadi bagian penting untuk melihat berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Maybrat.
Melalui forum tersebut, berbagai persoalan kepemiluan didorong untuk dibicarakan secara terbuka, akademis, dan konstruktif. Bedah buku tidak berhenti pada pembahasan substansi buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai dinamika demokrasi di daerah.
Kegiatan Bedah Buku Seri 1 dan Seri 2 KPU Kabupaten Maybrat memperlihatkan bahwa literasi dapat menjadi pintu masuk untuk membahas persoalan demokrasi secara lebih luas.
Isu politik identitas dan persoalan DPT, misalnya, menunjukkan bahwa demokrasi tidak semata-mata berlangsung pada saat masyarakat datang ke tempat pemungutan suara. Di dalamnya terdapat persoalan mengenai identitas, hak politik warga negara, akurasi data pemilih, penyelenggara pemilu, regulasi, serta mekanisme penyelesaian berbagai persoalan kepemiluan.
Dengan mempertemukan akademisi, mantan penyelenggara pemilu, komisioner KPU, dan masyarakat, forum tersebut menjadi ruang perjumpaan antara gagasan akademis dengan realitas penyelenggaraan demokrasi di Kabupaten Maybrat.
Melalui diskusi semacam ini, berbagai persoalan kepemiluan diharapkan dapat dipahami secara lebih kritis sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas demokrasi di Papua.
Pada akhirnya, bedah buku bukan sekadar kegiatan membahas sebuah karya. Dari halaman buku, diskusi berkembang menjadi ruang publik untuk mengajukan pertanyaan, menguji gagasan, dan mencari pemahaman bersama mengenai masa depan demokrasi di Tanah Papua.(JS)



















