Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Industri musik lokal kembali menunjukkan taringnya. Band asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, GVION, dipastikan akan tampil secara langsung dalam program “Music On Stage” TVRI Jawa Barat pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 13.00 WIB. Penampilan tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan GVION yang selama ini konsisten membangun identitas musiknya dari daerah hingga mampu menembus layar televisi.Kamis ( 04/06/2026 )
Kehadiran GVION di panggung TVRI Jawa Barat bukan sekadar ajang hiburan. Ini menjadi bukti bahwa karya-karya musisi daerah memiliki kualitas dan daya saing untuk tampil di media yang lebih luas. Dengan membawa warna musik Pop Melayu yang khas, GVION hadir menawarkan nuansa berbeda di tengah arus industri musik yang semakin kompetitif.
Band yang resmi berdiri pada akhir tahun 2024 ini lahir dari sebuah pertemuan musikal sederhana antara dua sahabat, Agaw dan Bobby. Dari kebiasaan bermusik bersama dan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri, muncul keyakinan bahwa karya yang mereka bangun memiliki potensi lebih besar daripada sekadar hiburan panggung lokal. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah grup musik utuh dengan formasi lengkap yang kini dikenal sebagai GVION.
Dalam waktu yang relatif singkat, GVION berhasil membangun fondasi yang kuat. Konsistensi dalam berkarya dan tampil di berbagai panggung membuat nama mereka mulai diperhitungkan di kalangan pecinta musik lokal Tasikmalaya dan Priangan Timur. Berbagai karya yang mereka rilis mendapatkan respons positif dari pendengar, terutama karena lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta aransemen yang mudah diterima berbagai kalangan.
Secara musikal, GVION memilih jalur Pop Melayu sebagai identitas utama. Genre ini dipadukan dengan sentuhan modern yang membuat karya mereka terasa segar tanpa kehilangan akar emosionalnya. Perpaduan lirik puitis, melodi yang mudah diingat, serta aransemen yang matang menjadi kekuatan utama band ini.
Hingga saat ini, GVION telah merilis sejumlah karya yang mulai dikenal publik, di antaranya:
1.Sadarkan Aku (Single, 2025)
2.Nyanyian Rindu (Single, 2025)
3.Bintang Hatiku (Single, 2026)
Ketiga lagu tersebut menjadi representasi perjalanan musikal GVION dalam membangun karakter dan identitas bermusik mereka.
Di balik nama GVION, terdapat lima musisi dengan perjalanan hidup dan kisah inspiratif yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang kemudian menyatu menjadi kekuatan utama band ini dalam menciptakan identitas musikal yang khas.
Sosok sentral di balik GVION adalah Agaw, yang memiliki nama lengkap Angga Setia Permana. Lahir dan besar di Tasikmalaya, Agaw tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia seni. Sejak duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, ia telah terbiasa tampil bersama kedua orang tuanya. Bakat musik yang dimilikinya berkembang secara otodidak tanpa pendidikan formal.Kemampuannya dalam menulis lagu mulai diasah sejak masa SMP hingga kini menjadi salah satu motor kreatif utama dalam proses penciptaan karya-karya GVION. Karakter vokal yang kuat dipadukan dengan kemampuan merangkai lirik menjadikan Agaw sebagai wajah sekaligus ruh dari band tersebut.
Di posisi gitar, GVION diperkuat oleh Encep Arman Abdul Rahman, musisi kelahiran Tasikmalaya yang mulai jatuh cinta pada gitar sejak kelas 5 SD. Ketertarikannya muncul setelah mendengar berbagai melodi yang menginspirasinya untuk belajar secara mandiri. Pengalaman tampil di berbagai panggung sekolah, acara komunitas hingga hiburan masyarakat membentuk kematangannya sebagai gitaris. Sentuhan permainan gitarnya menjadi salah satu elemen penting yang membangun karakter musikal GVION.
Sementara itu, warna musik GVION semakin kaya berkat sentuhan keyboard dari Muhammad Sodiq, yang lebih dikenal dengan nama panggung Odhiw. Perjalanannya mengenal musik dimulai dari kegiatan drumband saat masih sekolah dasar. Kemampuannya berkembang secara otodidak hingga akhirnya menemukan kecintaannya pada instrumen keyboard ketika menginjak bangku SMA. Sejak tahun 2020, Odhiw aktif menekuni dunia musik secara profesional dan menjadi sosok penting dalam menyusun aransemen yang membuat lagu-lagu GVION terdengar lebih hidup dan berkarakter.
Di balik ketukan ritmis yang energik, terdapat Aditya Ramadhan, drummer yang lahir di Depok dan kini menetap di Singaparna, Tasikmalaya. Perjalanannya bermusik bermula dari sebuah gitar akustik bekas yang diterimanya saat berusia 16 tahun. Ketertarikan terhadap musik semakin tumbuh setelah menyaksikan berbagai penampilan band lokal. Semangat dan energi yang dibawanya ke atas panggung menjadikan Aditya salah satu kekuatan utama GVION dalam setiap penampilan.
Melengkapi formasi, posisi bass diisi oleh Cahyana Muhamad Nur, sosok yang memiliki perjalanan hidup penuh inspirasi. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, Cahyana menemukan harapan dan semangat baru melalui musik. Ketertarikannya terhadap bass muncul berkat inspirasi dari sang kakak yang lebih dahulu berkecimpung di dunia seni. Kini, selain aktif bersama GVION, Cahyana juga menempuh pendidikan formal di bidang seni musik. Perpaduan antara pengalaman akademik dan praktik lapangan menjadikannya salah satu personel dengan kemampuan musikal yang terus berkembang.
Bagi GVION, musik bukan sekadar hiburan, melainkan media untuk menyampaikan cerita, perjuangan, dan identitas daerah. Dengan latar belakang personel yang beragam serta dedikasi tinggi terhadap karya, band ini perlahan membuktikan bahwa musisi daerah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan musisi dari kota-kota besar.
Dari Singaparna untuk Indonesia, GVION hadir membawa semangat baru bagi industri musik lokal. Perjalanan mereka mungkin masih panjang, namun langkah yang telah ditempuh menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari daerah dan bersinar di panggung nasional.(RY)



















