banner 728x250

Mahasiswa Siliwangi Melawan, Indonesia di Bawah Bayang-Bayang Otoritarianisme

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Siliwangi Melawan menggelar aksi simbolik di kawasan Taman Kota Tasikmalaya, Aksi tersebut menjadi sinyal awal lahirnya gelombang kritik mahasiswa terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat. Jum’at ( 21/06/2026 )

Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi, melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga polemik sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), mahasiswa menilai kondisi bangsa saat ini sedang berada dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Example 300x600

Koordinator Lapangan aksi, Andy Maulana, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari keresahan kolektif mahasiswa lintas fakultas yang melihat semakin banyak persoalan nasional yang tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kami membentuk Aliansi Mahasiswa Siliwangi Melawan karena ini merupakan keresahan bersama dari beberapa fakultas. Kami mengakomodasi berbagai elemen mahasiswa untuk menyampaikan sikap terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia. Aksi simbolik ini merupakan bentuk peringatan bahwa ada banyak persoalan yang tidak boleh dianggap biasa,” ujar Andy.

Menurutnya, tema besar yang diusung dalam gerakan tersebut adalah “Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Otoriter”, sebuah kritik terhadap arah demokrasi yang dinilai mengalami kemunduran.

Andy menyebut mahasiswa merasa perlu mengingatkan masyarakat bahwa berbagai kebijakan negara saat ini semakin minim partisipasi publik dan berpotensi menggerus ruang-ruang demokrasi.

“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dalam aksi ini kami juga membagikan lembar catatan kepada masyarakat. Suara dan keluhan yang dituliskan warga nantinya akan kami kumpulkan dan kami suarakan dalam gerakan yang lebih besar,” katanya.

Tak hanya menyoroti pembahasan revisi Undang-Undang Polri yang menuai kontroversi di berbagai kalangan, mahasiswa juga mengangkat sejumlah isu strategis nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Mulai dari pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, hingga berbagai program dan proyek pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Mahasiswa juga menilai proyek-proyek strategis nasional harus diawasi secara ketat karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di daerah.

“Selain isu UU Polri, kami fokus pada berbagai persoalan nasional seperti rupiah yang melemah, harga BBM yang terus naik, hingga berbagai kebijakan strategis pemerintah. Kami juga akan menghubungkannya dengan isu-isu daerah karena dampak kebijakan nasional selalu dirasakan hingga ke tingkat lokal,” tegas Andy.

Aksi simbolik tersebut dipandang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari konsolidasi gerakan mahasiswa yang lebih luas. Aliansi Mahasiswa Siliwangi Melawan bahkan memastikan bahwa dalam waktu dekat mereka akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Meski belum mengungkapkan tanggal pasti pelaksanaan aksi lanjutan, mahasiswa memastikan eskalasi gerakan akan meningkat sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah agar lebih responsif terhadap kritik publik.

“Yang pasti minggu depan akan ada gerakan lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar. Kami sedang melakukan konsolidasi dan menghimpun kekuatan mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang hari ini dirasakan rakyat,” pungkasnya.

Gelombang kritik yang mulai muncul dari Tasikmalaya ini menunjukkan bahwa suara mahasiswa sebagai kontrol sosial masih hidup. Ketika ruang aspirasi rakyat dianggap semakin menyempit dan berbagai kebijakan terus menuai polemik, kampus kembali menjadi salah satu pusat perlawanan moral yang mengingatkan pemerintah bahwa demokrasi tidak boleh berjalan tanpa pengawasan publik.(RY)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!