Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Suasana sore yang semestinya diwarnai ketenangan dan kebersamaan menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan justru berubah tegang di Jalan Baru Cisinga (JB), Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/02/2026). Ruas jalan yang dikenal sebagai jalur alternatif dan akses vital masyarakat itu diduga kembali menjadi arena balapan liar.
Di saat warga memadati jalan untuk ngabuburit dan berburu takjil, sejumlah remaja terlihat memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Deru knalpot memecah suasana sore, melintas di antara kendaraan roda dua dan roda empat yang tengah padat merayap. Beberapa pengendara bahkan diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan memadai.
Warga sekitar mengaku resah. Aktivitas tersebut dinilai bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain termasuk anak-anak dan keluarga yang tengah menikmati waktu menjelang berbuka.
“Setiap sore ramai. Mereka kumpul lalu kebut-kebutan. Sangat berbahaya, apalagi ini bulan puasa banyak warga keluar rumah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut pantauan masyarakat, para remaja itu telah berkumpul sejak sore hari. Secara bergantian, mereka memacu kendaraan di sepanjang ruas jalan yang relatif terbuka dan strategis. Ironisnya, aksi tersebut berlangsung ketika arus lalu lintas sedang berada pada titik terpadat.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan di lapangan. Jalan Baru Cisinga bukanlah lokasi terpencil. Dengan karakter jalan yang terbuka dan kerap dilintasi masyarakat dari dalam maupun luar daerah, kecil kemungkinan aktivitas kerumunan luput dari perhatian.
Warga khawatir, jika tidak segera ditindak, dugaan balapan liar ini akan menjadi kebiasaan yang berulang terutama setiap Ramadan dan akhir pekan. Selain membahayakan pelaku, aksi tersebut berpotensi mencelakakan pengendara lain, pejalan kaki, hingga anak-anak yang ikut ngabuburit.
“Kalau tidak segera ditindak, jangan tunggu sampai ada korban jiwa,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.
Secara aturan, balapan liar merupakan pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun di lapangan, praktik serupa dinilai kerap terjadi tanpa penindakan yang konsisten.
Masyarakat mendesak aparat kepolisian dan instansi terkait meningkatkan patroli rutin pada jam-jam rawan menjelang berbuka puasa. Langkah preventif seperti razia kendaraan tidak standar, edukasi keselamatan berkendara, serta pembinaan terhadap remaja dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat ketertiban, kepedulian, dan keselamatan bersama. Tanpa pengawasan yang tegas dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin Jalan Baru Cisinga akan terus berubah menjadi “sirkuit dadakan” yang mempertaruhkan nyawa di tengah hiruk-pikuk ngabuburit.(Red)



















