Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Aktivis eksponen 1996, Dadi Abidarda, menyoroti dinamika pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tasikmalaya yang belakangan menuai perhatian publik. Ia menilai, proses penjaringan calon pemilih dalam Musda tersebut diduga mulai mengarah pada praktik transaksional yang berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi kepemudaan, Rabu (22/04/2026).
Dadi menegaskan, kontestasi dalam Musda DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya seharusnya menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat bagi generasi muda, bukan justru diwarnai kepentingan pragmatis jangka pendek. Menurutnya, jika sejak awal proses sudah diarahkan pada pola transaksional, maka hal itu akan berdampak pada kualitas kepemimpinan yang dihasilkan.
“Kontestasi Musda DPD KNPI jangan sampai terciderai oleh hal-hal yang bersifat pragmatis dan transaksional. Bagaimana kita ingin membangun mental calon pemimpin yang berintegritas, jika sejak awal prosesnya sudah diarahkan ke praktik-praktik seperti itu,” ujar Dadi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya sebagai wadah berhimpunnya pemuda. Dadi berharap, kelompok elit politik tidak melakukan intervensi terhadap jalannya Musda, sehingga proses demokrasi dapat berlangsung secara murni dan mandiri.



















