Medan, Walpisnusantaranews.com – Konflik internal yang terjadi di Universitas Dharma Agung (UDA) Medan hingga kini belum menemukan titik terang. Perselisihan di tubuh yayasan berdampak langsung terhadap kepastian pelaksanaan wisuda bagi ratusan mahasiswa. Selasa (21/04/2026)
Sebanyak 830 mahasiswa yang dijadwalkan mengikuti wisuda pada 25 April 2026 kini masih diliputi ketidakpastian. Kondisi tersebut menjadi sorotan publik, mengingat para mahasiswa telah lama menantikan momen kelulusan mereka.
Permasalahan internal UDA diketahui telah masuk ke ranah hukum dan saat ini masih berproses di pengadilan. Situasi ini dinilai merugikan mahasiswa yang hingga saat ini belum mendapatkan kepastian terkait pelaksanaan wisuda.
Pihak yayasan menyebutkan bahwa wisuda kemungkinan besar akan diundur dan dijadwalkan ulang pada akhir Mei atau awal Juni 2026.
Di tengah ketidakjelasan tersebut, mahasiswa mendesak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara (LLDikti Wilayah I Sumut) agar tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan konflik yang terjadi.
Mahasiswa juga meminta pimpinan LLDikti Wilayah I Sumut, Syaiful Anwar Matondang, untuk turun langsung dan memberikan tindakan konkret terhadap pihak-pihak yang dinilai menghambat pelaksanaan wisuda.
“Tanpa langkah tegas, publik berpotensi menilai bahwa otoritas pengawas gagal menjalankan fungsinya, sementara 830 mahasiswa saat ini masih dalam penantian hari wisuda,” ujar perwakilan mahasiswa.
Diketahui, konflik di tubuh yayasan UDA dipicu adanya dualisme kepengurusan yang terjadi pada April 2026. Anshori Lubis selaku rektor dari kubu Yayasan AHU 2022 telah mengundurkan diri. Selanjutnya, kubu Yayasan AHU 2025 menunjuk Suwardi Lubis sebagai rektor, sementara pihak Yayasan AHU 2022 mengangkat Wakil Rektor I, Lilis S Gultom, sebagai rektor baru.
Sementara itu, Kepala Humas LLDikti Wilayah I Sumut, Armiadi Samad, menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Sudah saya sampaikan hal ini kepada pimpinan. Saat ini masih menunggu tanggapan,” ujar Armiadi Samad.(ESS)



















