banner 728x250

SPPG Karangmulya Tegas Bantah Dugaan Ketidaksesuaian, Menu MBG Disebut Sudah Ikuti Standar Resmi

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Menanggapi pemberitaan berjudul “Menu MBG untuk Kelompok B3 di Karangmulya Disorot, Jatah Tiga Hari Dinilai Tak Proporsional”, Shofin Muhammad, S.Pd. Sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangmulya memberikan hak jawab sekaligus klarifikasi atas sejumlah sorotan yang berkembang di masyarakat. Jum’at ( 27/02/2026 )

Shofin Muhammad menegaskan bahwa menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) telah disalurkan sesuai dengan petunjuk teknis dan daftar menu yang telah ditetapkan oleh tim penyusun program di tingkat atas.

Example 300x600

“Menu yang kami distribusikan bukan disusun secara sepihak oleh SPPG desa. Kami hanya melaksanakan dan mengikuti menu yang sudah ditentukan berdasarkan standar gizi yang telah dihitung oleh tim ahli. Jadi, pelaksana di desa sifatnya menjalankan sesuai ketentuan,” ujarnya

Ia menjelaskan, komposisi paket yang terdiri dari roti, kurma, telur ayam, susu UHT, buah pir, serta makanan olahan kentang telah melalui perhitungan nilai gizi dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran. Distribusi untuk tiga hari sekaligus, lanjutnya, merupakan bagian dari mekanisme teknis pembagian yang telah diatur guna efisiensi penyaluran.

Menurutnya, persepsi bahwa menu tersebut tidak mencukupi jika dibagi selama tiga hari perlu dilihat secara utuh, karena paket MBG merupakan makanan tambahan (PMT), bukan pengganti konsumsi utama harian.

“Program ini sifatnya suplementer atau tambahan untuk membantu pemenuhan gizi, bukan untuk menggantikan seluruh kebutuhan makan selama tiga hari. Jadi harus dipahami konteksnya,” jelasnya.

Terkait transparansi anggaran dan pengawasan, pihak SPPG Karangmulya menyatakan siap apabila dilakukan evaluasi maupun audit oleh instansi berwenang. Ia memastikan bahwa pelaksanaan program telah berjalan sesuai prosedur administrasi dan pengawasan yang berlaku.

“Kami terbuka terhadap evaluasi. Jika memang ada yang perlu diperbaiki, tentu akan menjadi bahan perbaikan ke depan. Namun perlu kami tegaskan bahwa pelaksanaan di lapangan sudah mengikuti standar operasional yang ditetapkan,” katanya.

Shofin juga menghimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan tanpa memahami mekanisme dan tujuan program secara menyeluruh. Ia berharap komunikasi antara pelaksana program dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi tercapainya tujuan utama MBG dalam mendukung pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Karangmulya, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya.(Red)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!