banner 728x250

MBG Kembali Bermasalah, Puluhan Pelajar Diduga Keracunan, Pemerintah Abai pada Keamanan Pangan?

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam publik. Kali ini, puluhan pelajar di SMA Negeri 1 Cisayong, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu yang disediakan dalam program tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026 itu memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala serius seperti muntah, pusing, diare, hingga sesak napas hanya beberapa jam setelah mengonsumsi makanan MBG berupa sayur sop.

Example 300x600

Sebanyak 20 siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Dari jumlah tersebut, satu siswa terpaksa dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa karena kondisinya dinilai membutuhkan perawatan lanjutan.

Salah satu orang tua siswa, Mita, mengungkapkan kejanggalan pada makanan yang dikonsumsi anaknya. Ia menyebut rasa menu yang disajikan tidak seperti biasanya.

“Usai makan MBG menunya sayur sop, rasanya aneh,” ujarnya, Kamis malam (09/04/2026).

Ia menambahkan, kondisi anaknya memburuk pada malam hari dengan gejala yang mengkhawatirkan.

“Mulai sesak napas, diare, mual, dan pusing. Ini bukan gejala ringan,” tegasnya.

Kekhawatiran pun meluas. Mita mengaku memilih menghentikan konsumsi makanan MBG untuk anaknya keesokan hari, menyusul banyaknya siswa lain yang mengalami keluhan serupa.

“Teman-temannya juga banyak yang diduga keracunan,” tambahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, makanan MBG tersebut diproduksi oleh dapur penyedia bernama Dapur SPPG Cisayong atau Mitra Yayasan Salman yang berlokasi di Babakan Sukarame, Desa Cisayong, dengan menu nasi, sop ayam, tempe goreng, dan buah melon.

Dari total 861 siswa penerima MBG di sekolah tersebut, sedikitnya 20 siswa kini diduga terdampak dengan tingkat gejala yang bervariasi. Jumlah korban bahkan diperkirakan masih dapat bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Minimnya respons cepat dan transparansi informasi justru memunculkan tanda tanya besar terhadap standar pengawasan dan jaminan kualitas dalam pelaksanaan program MBG.

Insiden ini menjadi alarm keras bahwa program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi pelajar justru berpotensi membahayakan jika tidak disertai kontrol mutu yang ketat. Evaluasi menyeluruh dan audit independen terhadap rantai produksi hingga distribusi makanan dinilai mendesak dilakukan, agar keselamatan siswa tidak kembali menjadi taruhan.(ES)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!