Kabupaten Nias Selatan, Walpisnusantaranews.com – SMK Negeri 2 Aramö, Kabupaten Nias Selatan, menjadi sorotan publik menyusul munculnya dugaan persoalan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta rendahnya tingkat kehadiran kepala sekolah dan tenaga pendidik dalam beberapa tahun terakhir. Kamis ( 02/04/2026 )
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kepala sekolah berinisial YB diduga tidak optimal dalam menjalankan tugasnya, dengan tingkat kehadiran yang dilaporkan sangat minim. Dalam kurun waktu tertentu, yang bersangkutan disebut hanya hadir sekitar satu kali dalam sebulan.
Selain itu, sejumlah guru di sekolah tersebut juga dikabarkan jarang menjalankan aktivitas mengajar sejak 2020 hingga 2023. Kondisi ini diduga berkaitan dengan persoalan internal, termasuk isu keterlambatan pemenuhan hak-hak tenaga pendidik, yang pada akhirnya berdampak terhadap proses belajar mengajar dan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.
Di sisi lain, pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut turut menjadi perhatian. Terdapat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Jika terbukti, kondisi tersebut berpotensi melanggar sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan.



















