Kota Sorong, Walpisnusantaranews.com – Forum Rakyat Domberay menggelar aksi spontanitas pada Senin, 17 Agustus 2026, di Kilometer 17, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Aksi berlangsung sejak pukul 06.00 WIT hingga sekitar pukul 12.39 WIT dan berjalan dengan damai.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan sekaligus respons terhadap pernyataan Pangdam XVIII/Kasuari yang disampaikan melalui media massa terkait insiden penembakan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat.
Menurut keterang Koordinator aksi, Beno Rumbiak, mempertanyakan dasar pernyataan tersebut apabila hasil visum dokter, keterangan saksi, serta data pendukung lainnya belum disampaikan secara terbuka kepada publik.
Menurut Beno, proses penyampaian informasi mengenai kasus tersebut seharusnya dilakukan setelah seluruh data dan hasil pemeriksaan dikumpulkan secara lengkap. Ia juga meminta agar informasi resmi terkait perkara tersebut disampaikan melalui Polda Papua Barat Daya agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Forum Rakyat Domberay juga menyampaikan klaim bahwa berdasarkan keterangan saksi korban, penembakan terhadap tiga warga sipil tersebut diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.AL Namun, kelompok tersebut meminta agar dugaan tersebut dibuktikan melalui proses investigasi dan penegakan hukum yang transparan.
Dalam aksi tersebut, Forum Rakyat Domberay menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni:



















