Membantah pernyataan Pangdam XVIII/Kasuari yang disampaikan melalui Kapendam terkait insiden penembakan tiga warga sipil.
Mendesak agar dugaan keterlibatan oknum TNI,AL dalam penembakan tiga warga sipil segera diungkap melalui proses hukum yang transparan.
Mendesak penarikan pasukan militer dari Kabupaten Maybrat serta wilayah Papua lainnya.
Menyerukan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua.
Menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme yang dinilai menguasai ruang-ruang sipil di Tanah Papua.
Beno menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi yang mereka nilai belum memberikan rasa keadilan bagi warga sipil, khususnya masyarakat asli Papua.
Forum Rakyat Domberay juga menyatakan bahwa dugaan kekerasan terhadap warga sipil di Papua harus ditangani secara serius dan tidak boleh dibiarkan tanpa proses penyelidikan yang transparan.
Mereka meminta seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah, membuka informasi berdasarkan fakta, hasil pemeriksaan medis, keterangan saksi, serta bukti-bukti lain yang dapat diuji secara hukum.(JS)



















