banner 728x250

Anggota DPRD Kabupaten Sorong Selatan Soroti Makna Kemerdekaan Saat Bacakan Sumpah Pemuda di Sawiat

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Sorong Selatan , Walpisnusantaranews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan, tidak hanya diwarnai dengan pelaksanaan upacara bendera. Momentum kemerdekaan tersebut juga menjadi ruang untuk kembali mengingat semangat persatuan pemuda yang menjadi salah satu fondasi perjuangan bangsa Indonesia.senin,17 Agustinus 2026.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sorong Selatan, Agustinus Kaliele, turut mengambil bagian dalam rangkaian peringatan tersebut. Usai upacara, Agustinus membacakan Teks Sumpah Pemuda di hadapan masyarakat dan peserta upacara di Distrik Sawiat.

Example 300x600

Saat diwawancarai setelah pembacaan Sumpah Pemuda, Agustinus menegaskan bahwa peringatan HUT RI tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam kehidupan nyata masyarakat, terutama di wilayah-wilayah pedalaman Papua.

Bagi saya, membacakan Sumpah Pemuda setelah upacara HUT Republik Indonesia bukan sekadar membaca sebuah teks sejarah. Ini adalah pengingat bahwa bangsa ini dibangun dari semangat persatuan, dari keberanian para pemuda untuk menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa,” ujar Agustinus.

Ia mengatakan semangat tersebut harus terus hidup di tengah masyarakat Papua, khususnya generasi muda di Distrik Sawiat. Pemuda, kata dia, tidak boleh kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman, tetapi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun kampung, distrik dan daerah.

Pemuda harus mengambil peran. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan Anak-anak muda di Sawiat harus berani belajar, bekerja, berkarya dan menjaga daerahnya. Kemerdekaan yang kita rayakan hari ini harus memberikan makna nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.

Agustinus juga mengingatkan pemerintah agar momentum HUT RI menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi masyarakat di daerah. Sebab, menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diukur dari upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati pembangunan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan pemerintahan secara adil.

Kita jangan hanya bicara tentang Indonesia merdeka, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan dasar. Kemerdekaan harus hadir sampai ke kampung-kampung. Masyarakat di Sawiat juga memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan dan pelayanan negara,” tegasnya.

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!