banner 728x250

Tangis di Tengah Solidaritas, SDM PKH Jabar Serahkan Rp25 Juta kepada Istri Almarhum Pendamping PKH

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan keluarga besar Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Provinsi Jawa Barat. Melalui skema Iuran Kesejahteraan Sosial (IKS), SDM PKH Jabar memberikan santunan senilai Rp25 juta kepada keluarga almarhum Undang Permana, pendamping PKH Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Santunan tersebut diserahkan kepada istri almarhum selaku ahli waris dalam kegiatan yang berlangsung di Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026).

Example 300x600

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk solidaritas internal SDM PKH ketika salah satu anggotanya mengalami musibah. Selain memberikan dukungan secara materi, kehadiran rekan-rekan sesama pendamping juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum selama menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Ketua Tim SDM PKH Kabupaten Tasikmalaya, Haerudin Kalyubi, menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Undang Permana.

Menurut Haerudin, kepergian almarhum tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga menjadi kehilangan bagi rekan-rekan pendamping PKH yang selama ini menjalankan tugas bersama di lapangan.

“Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya Pak Undang Permana, pendamping PKH Kecamatan Padakembang. Tentu ini menjadi duka bagi keluarga almarhum maupun bagi kami keluarga besar SDM PKH,” ujar Haerudin.

Ia menjelaskan, solidaritas tersebut salah satunya diwujudkan melalui Iuran Kesejahteraan Sosial (IKS) yang berlaku di lingkungan SDM PKH Jawa Barat.

IKS, kata dia, merupakan bentuk kebersamaan anggota untuk saling memberikan dukungan ketika terdapat anggota ataupun keluarga inti yang mengalami musibah, termasuk ketika terjadi kematian.

“Di lingkungan SDM PKH Jawa Barat ada IKS atau Iuran Kesejahteraan Sosial. Salah satu pemanfaatannya adalah memberikan bantuan ketika ada anggota SDM maupun keluarga inti yang meninggal dunia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dana IKS disalurkan kepada keluarga almarhum Undang Permana. Bantuan sebesar Rp25 juta diterima langsung oleh istri almarhum sebagai ahli waris.

“Hari ini kami menyerahkan santunan dari PKH Jawa Barat sebesar Rp25 juta kepada ahli waris, dalam hal ini istri almarhum Pak Undang Permana,” kata Haerudin.

Haerudin berharap santunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia menyadari bantuan tersebut tidak akan menggantikan sosok almarhum, namun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi tanda perhatian dari rekan-rekan sesama pendamping.

Bagi SDM PKH, pemberian santunan melalui IKS tidak semata-mata berkaitan dengan nilai bantuan. Program tersebut juga menjadi sarana menjaga rasa kekeluargaan di antara para pendamping yang selama ini bekerja mendampingi masyarakat.

Pendamping PKH memiliki tugas yang bersentuhan langsung dengan keluarga penerima manfaat. Di lapangan, mereka membantu masyarakat memahami serta menjalankan berbagai tahapan dalam program PKH sekaligus melaksanakan fungsi pendampingan sosial.

Atas dasar itulah, Haerudin menilai solidaritas antaranggota penting untuk terus dipelihara, termasuk ketika salah seorang pendamping menghadapi musibah.

“Kami berharap keluarga almarhum menerima santunan ini sebagai bentuk perhatian dari seluruh keluarga besar SDM PKH Jawa Barat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga,” tuturnya.

Penyerahan santunan berlangsung dalam suasana haru. Sejumlah pendamping PKH turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Haerudin Kalyubi dan keluarga almarhum.

Undang Permana dikenal sebagai salah satu pendamping PKH yang menjalankan tugas di wilayah Kecamatan Padakembang. Sebagai pendamping, almarhum memiliki tanggung jawab untuk mendampingi keluarga penerima manfaat serta membantu memastikan pelaksanaan program PKH dapat dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan.

Kepergian almarhum pun meninggalkan duka bagi keluarga maupun rekan-rekan kerja yang selama ini berinteraksi dan menjalankan tugas bersama.

Bagi keluarga besar SDM PKH, santunan IKS sekaligus menjadi gambaran bahwa hubungan di antara para pendamping tidak berhenti pada urusan pekerjaan. Solidaritas sosial dan rasa kekeluargaan menjadi bagian yang terus dijaga.

Haerudin berharap kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ketika menjalankan tugas pendampingan di tengah masyarakat.

“Kami dari SDM PKH Kabupaten Tasikmalaya dan Jawa Barat tentunya sangat kehilangan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.

Melalui penyaluran santunan tersebut, SDM PKH Jawa Barat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama anggota tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga ketika salah satu keluarga besar mereka menghadapi musibah.(RY)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!