Kabupaten Maybrat, Walpisnusantaranews.com – Akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maybrat. Melalui kolaborasi dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan jajaran tenaga kesehatan, pelayanan pengobatan gratis dengan menghadirkan sejumlah dokter spesialis digelar di Puskesmas Aitinyo Raya, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut secara langsung dibuka Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, S.E. Pelayanan menyasar masyarakat Distrik Aitinyo Raya dan Aitinyo Utara.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pelayanan dimulai. Tidak hanya warga dari dua distrik yang menjadi sasaran utama, masyarakat dari sejumlah wilayah lain juga turut mendatangi lokasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.
Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis anak dr. Teti Adriana Lubis, M.Sc., Sp.A(K), dokter spesialis penyakit dalam dr. Fiance Regina D. Wanane, Sp.PD., FINASIM, serta dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Jenny Ritung, Sp.KK.
Pelayanan juga diperkuat oleh dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
Selain pemeriksaan serta pengobatan gratis, masyarakat juga memperoleh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan status gizi sekaligus mendorong pencegahan stunting sejak usia dini.
Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa mengapresiasi langkah GOW yang dinilainya menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Ferdinando, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Maybrat periode 2025–2030, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta pemberdayaan perempuan.
“GOW merupakan mitra pemerintah yang selama ini menjadi salah satu media dalam mengawal visi dan misi kepala daerah, khususnya terkait pemberdayaan perempuan dan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Ferdinando.
Ia menegaskan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun tenaga medis. Dibutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, gereja, hingga masyarakat secara luas.
Ferdinando menilai kolaborasi tersebut penting agar akses pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Terlebih, kehadiran dokter spesialis di Maybrat dinilai memberikan kemudahan bagi warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Sorong maupun wilayah lain ketika membutuhkan pelayanan medis tertentu.
“Kalau masyarakat harus pergi ke Sorong, biaya yang dikeluarkan tentu lebih besar. Ada biaya transportasi, waktu perjalanan, dan biaya lainnya. Karena itu, ketika pemerintah menghadirkan dokter spesialis langsung ke daerah, masyarakat harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan,” katanya.
Ferdinando juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu penyakit berkembang menjadi parah sebelum mencari pertolongan medis.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin diperlukan untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Jangan karena sudah menjadi kebiasaan, ketika sakit berat baru dibawa ke rumah sakit. Kalau sudah terlambat, penanganannya menjadi lebih sulit. Karena itu, mari kita manfaatkan pelayanan seperti ini untuk memeriksa kesehatan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinando turut menekankan pentingnya perhatian terhadap persoalan stunting. Ia menyebut stunting tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan Kabupaten Maybrat.
Ia meminta para orang tua memperhatikan pola makan, kecukupan gizi, kebersihan lingkungan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini.
“Anak-anak kita adalah generasi yang akan datang. Kalau hari ini kita tidak mempersiapkan mereka dengan baik, terutama dari sisi kesehatan dan gizi, maka akan berpengaruh terhadap masa depan mereka,” ujarnya.
Menurut Ferdinando, anak-anak Maybrat merupakan generasi yang kelak akan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Mereka diharapkan dapat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang baik, serta mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Karena itu, menurut dia, perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak harus dilakukan sejak sekarang, bukan ketika persoalan sudah muncul dan sulit ditangani.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Maybrat Ny. Marlina Solossa, S.Pd., M.Tr.IP., mengatakan pelayanan kesehatan gratis tersebut mengangkat tema pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Marlina menjelaskan, GOW berupaya menjadi mitra pemerintah daerah dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.
Menurutnya, salah satu pertimbangan menghadirkan dokter spesialis secara langsung ke wilayah Aitinyo adalah kondisi masyarakat yang masih harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pelayanan tertentu.
“Biaya yang harus dikeluarkan masyarakat cukup tinggi. Karena itu, kami merasa penting untuk menghadirkan dokter spesialis langsung ke tengah-tengah masyarakat,” jelas Marlina.
Dalam pelaksanaannya, GOW menggandeng IDI dengan menghadirkan dokter spesialis anak, penyakit dalam, kulit dan kelamin, serta dokter umum.
Marlina berharap pelayanan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan secara lebih mudah sekaligus mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
“Harapan kami, dengan adanya pelayanan ini masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan pelayanan yang baik sehingga mereka bisa mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.
Marlina menyebut pelayanan kesehatan gratis di Aitinyo Raya merupakan kegiatan kedua yang dilaksanakan GOW Kabupaten Maybrat.
Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di wilayah Ayamaru Raya dengan cakupan lima distrik. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 300 pasien mendapatkan pelayanan, terdiri atas sekitar 100 anak dan 200 orang dewasa.
Untuk kegiatan di Aitinyo Raya, sasaran utama ditujukan kepada masyarakat Distrik Aitinyo Raya dan Aitinyo Utara. Namun, tingginya antusiasme membuat warga dari wilayah lain turut hadir.
“Walaupun kami tidak memberikan undangan secara khusus kepada masyarakat dari wilayah lain, mereka juga merasa kegiatan ini penting dan datang untuk mendapatkan pelayanan,” ungkapnya.
Marlina menambahkan, GOW juga terus membangun sinergi dengan organisasi perempuan lainnya, termasuk Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan.
Menurut dia, setiap organisasi memiliki bidang dan program masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan pelayanan kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun pelayanan sesaat, tetapi berkembang menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi anak, dan pencegahan stunting.
Pelayanan di Puskesmas Aitinyo Raya tersebut berlangsung dengan antusiasme masyarakat. Warga dari berbagai kelompok usia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan, mulai dari bayi dan balita hingga orang dewasa.
GOW Kabupaten Maybrat menyatakan pelayanan serupa akan terus didorong secara bertahap di wilayah lainnya sebagai bentuk kontribusi organisasi perempuan dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga medis, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.
Dengan pelayanan yang semakin dekat dan mudah dijangkau, masyarakat Maybrat diharapkan tidak lagi menunggu kondisi kesehatan memburuk untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.(JS)



















