banner 728x250

Revitalisasi SMPN 3 Manonjaya Rampung 100 Persen, Sekolah Bersiap Sambut Semangat Belajar Baru

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya , Walpisnusantaranews.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 membawa angin segar bagi SMP Negeri 3 Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah bangunan yang sebelumnya dinilai sudah tidak layak akhirnya mendapatkan perbaikan melalui program bantuan pemerintah dengan nilai anggaran sekitar Rp2,4 miliar. Senin (15/09/2026)

Kepala SMP Negeri 3 Manonjaya, Supratman, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa usulan revitalisasi telah diajukan sejak sebelumnya karena kondisi sejumlah bangunan sekolah membutuhkan penanganan.

Example 300x600

Menurutnya, bantuan revitalisasi tersebut menjadi jawaban atas penantian pihak sekolah setelah proses pengusulan yang berlangsung cukup lama.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini, harapan yang mungkin sudah dinanti-nanti sekian lama, yang diusulkan akhirnya terkabul dan terlaksana. Kami bisa memperbaiki sekolah melalui bantuan Program Revitalisasi,” ujar Supratman.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tidak serta-merta dilakukan, melainkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan panitia, pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta hingga proses pembangunan di lokasi.

Pekerjaan pembangunan, kata dia, berlangsung selama sekitar 120 hari kerja, terhitung sejak Mei hingga Agustus 2026.

“Proses pembangunan sudah berjalan empat bulan, dari bulan Mei sampai selesai bulan Agustus ini, 120 hari kerja. Sampai saat ini proses pembangunan sudah 100 persen selesai. Kami tinggal menyusun dan melengkapi persyaratan-persyaratan untuk pelaporan,” katanya.

Meski secara fisik pembangunan telah dinyatakan selesai, Supratman mengungkapkan bahwa gedung tersebut belum dapat langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, pihak sekolah masih menunggu penyelesaian proses administrasi, termasuk progres keuangan dan dokumen serah terima.

“Meski demikian, hari ini belum bisa ditempati meskipun bangunan sudah selesai, karena progres keuangan termasuk berkas serah terimanya juga belum dilaksanakan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar SMPN 3 Manonjaya masih dilakukan di lokasi lain.

Untuk menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, pihak sekolah melakukan koordinasi dengan sekolah dasar terdekat, yakni SDN Cikareyo, dengan melibatkan pengawas dari Dinas Pendidikan.

“Kami bekerja sama dengan sekolah SD. Kebetulan ada SD yang terdekat, SDN Cikareyo. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah dengan pengawas dari Dinas Pendidikan, supaya kami bisa numpang belajar di sekolah SD tersebut,” jelas Supratman.

Program revitalisasi tersebut mencakup sejumlah fasilitas pendidikan. Supratman menyebut terdapat delapan ruang kelas yang diperbaiki, ditambah ruang administrasi, ruang perpustakaan, laboratorium IPA serta toilet.

Total nilai anggaran yang disebutkan pihak sekolah mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

Ia menilai program tersebut memberikan perubahan positif terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.

“Dampaknya positif buat sekolah karena bangunan sekarang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Tidak hanya berdampak terhadap fasilitas pendidikan, menurut Supratman, pelaksanaan pembangunan juga memberikan efek ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan pembangunan disebut turut melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar serta mendorong perputaran ekonomi melalui pembelian kebutuhan material dari toko-toko atau penyedia material di wilayah sekitar sekolah.

“Termasuk juga perputaran pembelanjaan dari toko-toko atau material yang ada di sekitar daerah wilayah tersebut bisa berputar dengan adanya pembangunan dari program sekolah,” ujarnya.

Di balik rampungnya pembangunan, Supratman mengakui bahwa revitalisasi belum menyelesaikan seluruh kebutuhan sarana dan prasarana SMPN 3 Manonjaya.

Masih terdapat sejumlah bangunan atau ruang yang menurutnya membutuhkan perbaikan. Namun, keterbatasan anggaran pada tahun berjalan membuat seluruh kebutuhan sekolah belum dapat terakomodasi.

“Sekolah kami belum semuanya tuntas. Ada beberapa bangunan yang masih perlu diperbaiki. Hanya untuk tahun ini anggarannya terbatas, tidak ter-cover untuk keseluruhan. Masih ada beberapa ruang yang mesti perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Karena itu, pihak sekolah berharap program revitalisasi dapat kembali menyentuh ruang-ruang yang belum mendapatkan perbaikan pada tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan tahun berikutnya bisa mendapatkan bantuan lagi untuk ruang-ruang kelas yang masih belum diperbaiki,” harapnya.

Supratman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang menurutnya telah membantu mendorong terlaksananya program revitalisasi di SMPN 3 Manonjaya.

Ia berharap hasil pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik dan meningkatkan kualitas lingkungan belajar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya yang telah membantu kami menggulirkan ini. Harapannya, mudah-mudahan program ini bermanfaat buat sekolah kami,” pungkasnya.

Rampungnya pembangunan secara fisik kini menjadi bagian dari tahapan penting berikutnya, yakni penyelesaian administrasi, pelaporan, serta proses serah terima sebelum fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan belajar mengajar.(RY)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!