banner 728x250

Revitalisasi SMKS Sukapura Dikebut, 12 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung Dibangun

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Program Revitalisasi Sekolah di SMKS Sukapura, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Rabu (7/10/2026), progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 75 persen dari keseluruhan pelaksanaan.

Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar. Kegiatan revitalisasi diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan representatif bagi peserta didik.

Example 300x600

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan revitalisasi SMKS Sukapura meliputi konstruksi rehabilitasi bangunan, pengecatan bangunan lainnya, serta pengadaan perabot.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 12 ruang kelas menjadi bagian dari pekerjaan rehabilitasi. Selain itu, program tersebut juga mencakup fasilitas satu ruang tempat bermain tertutup sebagai sarana pendukung aktivitas peserta didik.

Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 126 hari kalender, terhitung sejak 12 Agustus hingga 15 Desember 2026.

Kepala SMKS Sukapura, Dedi Ah Kurniadi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi program revitalisasi yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah.

“Alhamdulillah, sampai hari ini progres revitalisasi sudah mencapai kurang lebih 75 persen. Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini karena tentunya memberikan manfaat yang besar bagi sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana,” ujar Dedi.

Menurutnya, rehabilitasi 12 ruang kelas menjadi bagian penting karena ruang belajar merupakan fasilitas utama yang digunakan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Selain ruang kelas, sekolah juga memperoleh fasilitas berupa satu ruang tempat bermain tertutup.

“Yang direhabilitasi ada 12 ruang kelas, kemudian ada satu ruang tempat bermain tertutup. Kami berharap seluruh prosesnya dapat berjalan dengan lancar sampai selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” katanya.

Dedi berharap kondisi ruang belajar yang semakin baik dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman dan kondusif.

“Kami berharap dengan adanya revitalisasi ini, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman. Guru juga dapat melaksanakan pembelajaran dengan suasana yang lebih baik. Jadi manfaatnya bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga bisa memberikan dampak terhadap proses pembelajaran,” ujarnya.

Dedi menegaskan, revitalisasi sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan perbaikan bangunan. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan proses pembelajaran.

Terlebih, SMK memiliki karakter pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi dan keterampilan peserta didik sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Kami memandang revitalisasi ini sebagai bagian dari investasi pendidikan. Kalau lingkungan belajar nyaman dan fasilitasnya semakin baik, tentu kami juga harus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada siswa,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah direhabilitasi.

“Setelah selesai nanti, kami berharap seluruh warga sekolah ikut menjaga fasilitas ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah diperbaiki dengan baik tidak dirawat. Ini adalah aset pendidikan yang manfaatnya akan dirasakan oleh siswa dan sekolah dalam jangka panjang,” katanya.

Informasi yang tercantum pada papan kegiatan menyebutkan bahwa pendampingan tersebut dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Komando Daerah Militer III/Siliwangi, berdasarkan surat perintah Nomor SPRIN/1900/VIII/2026.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program revitalisasi di lingkungan satuan pendidikan.

Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 75 persen, pihak sekolah optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal hingga batas akhir pelaksanaan pada 15 Desember 2026.

Dedi berharap penyelesaian pekerjaan tetap mengedepankan kualitas sehingga fasilitas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap sampai akhir pelaksanaan nanti semuanya dapat selesai dengan baik. Yang kami utamakan tentu kualitas pekerjaan dan manfaatnya untuk sekolah. Mudah-mudahan setelah selesai, fasilitas ini benar-benar bisa menunjang kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan semangat siswa,” pungkasnya.

Program revitalisasi SMKS Sukapura dengan dukungan anggaran Rp2 miliar tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Perbaikan fasilitas diharapkan tidak hanya menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih representatif, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi peserta didik.(RY)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!