Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Skandal dugaan makanan berulat yang kembali ditemukan di SPPG Dradjat Budi Bangsa memantik kemarahan publik. Ketua Tasikmalaya Progressive Society (TPS) Dadi Abidarda, S.Ag. melontarkan kritik pedas dan tanpa kompromi, menuding adanya pembiaran serius dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah. Selasa ( 14/04/2026 )
Pasalnya, kejadian ini bukan insiden tunggal. Pada tahun 2025, kasus serupa telah lebih dulu mencuat di dapur Dradjat Budi Bangsa, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Namun hingga kini, tidak terlihat adanya langkah tegas, evaluasi menyeluruh, apalagi sanksi yang memberikan efek jera.
“Ini bukan lagi kelalaian, ini sudah masuk kategori pembiaran yang memalukan. Fakta bahwa kejadian serupa terulang menunjukkan ada pihak yang seolah kebal terhadap sanksi. Pertanyaannya, siapa yang melindungi?” tegas Dadi Abidarda, Ketua TPS dengan nada geram.
Dadi menilai, keberadaan makanan berulat yang lolos hingga tahap distribusi merupakan bukti nyata runtuhnya sistem pengawasan. dia menyebut, kegagalan ini tidak bisa lagi ditutupi dengan alasan teknis atau human error.
“Kalau makanan berulat bisa sampai ke penerima, itu bukan sekadar kesalahan dapur. Itu kegagalan total dari hulu ke hilir dari pengolahan, pengawasan, hingga distribusi. Ini tamparan keras bagi pemerintah daerah yang selama ini terkesan abai,” lanjutnya.



















