Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com — Ketua Forum Tasikmalaya Bersatu (FORTABES), Ryan Nurfalah, menyoroti pelaksanaan program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah yang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang di kerjaan oleh PT.HUTAMA KARYA dengan Pagu Anggaran Rp.47.007.311.000 Tahun Anggaran 2025 yang meliputi 13 Daerah Irigasi di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kamis ( 15/01/2026 )
Program tersebut diduga minim sosialisasi kepada masyarakat serta tidak disertai analisis atau kajian dampak lingkungan yang memadai.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan FORTABES, Ryan Nurfalah mengungkapkan sejumlah temuan krusial yang patut menjadi perhatian serius. Salah satunya adalah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pekerjaan. Ia menyebutkan bahwa fondasi bangunan irigasi yang seharusnya memiliki ketinggian 40 sentimeter, pada praktiknya di lapangan hanya dikerjakan sekitar 20 sentimeter.
“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kualitas dan daya tahan bangunan irigasi ke depan. Jika spesifikasi tidak dipenuhi, tentu berpotensi merugikan masyarakat,” tegas Ryan saat ditemui di lapangan.



















