Kabupaten Tasikmalaya, Walpisnusantaranews.com – Temuan ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjungjaya menuai sorotan keras dari kalangan legislatif. Insiden tersebut dinilai bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Kamis ( 09/04/2026 )
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh, S.T.,M.M menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele dan harus menjadi titik balik untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai pelaksanaan MBG di lapangan.
“Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Mulai dari SPPI, koordinator kecamatan, hingga koordinator kabupaten, wajib melakukan evaluasi total terhadap dapur-dapur yang bermasalah seperti yang terjadi saat ini” tegasnya.
Asep menekankan, kegagalan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan berpotensi langsung merugikan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama program. Ia mengingatkan, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi justru dapat berubah menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan standar yang ketat.
“Jangan sampai kejadian ini terulang. Jika dibiarkan, masyarakat yang akan menjadi korban, terutama anak-anak yang menjadi sasaran utama program ini,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar seluruh elemen yang terlibat termasuk satuan tugas dan SPPI tidak berhenti pada respons sesaat, melainkan melakukan audit menyeluruh yang menghasilkan langkah perbaikan konkret, terukur, dan berkelanjutan.
“Evaluasi tidak boleh berhenti pada formalitas. Harus ada hasil nyata berupa rekomendasi perbaikan yang jelas dan implementatif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pengawasan terhadap program MBG tidak cukup bersifat reaktif. Diperlukan sistem kontrol yang ketat, transparan, dan akuntabel untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Dorongan DPRD tersebut menjadi sinyal keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak abai dalam menjalankan program strategis yang menyangkut langsung kesehatan dan keselamatan masyarakat. Evaluasi total dinilai menjadi langkah mutlak untuk memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus akibat insiden ini.(RY)



















