Sementara itu, Yod Mintaraga mengajak jajaran LASQI Kota Tasikmalaya untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yod menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang selama ini diberikan kepadanya hingga dapat menjalankan amanah sebagai anggota DPRD selama delapan periode berturut-turut.
“Dengan adanya LASQI, meskipun saya bukan dari partai keagamaan, saya berharap seluruh pengurus LASQI ini terus berjuang untuk kepentingan umat. Intinya teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan untuk kemaslahatan umat,” tegas Yod.
Ia menilai seni qasidah memiliki potensi besar sebagai media komunikasi sosial dan pendidikan karakter. Pesan-pesan moral, keagamaan, kebangsaan hingga kehidupan bermasyarakat, menurutnya, dapat disampaikan secara lebih mudah melalui pendekatan seni dan budaya.
Yod kemudian mengingatkan bahwa seni sejak dahulu telah menjadi salah satu medium yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan keagamaan kepada masyarakat.
“LASQI ini sebuah lembaga yang bisa menyampaikan kepada masyarakat pesan-pesan kehidupan tentang berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Seperti halnya dulu dalam menyebarkan keagamaan melalui seni wayang, semoga LASQI juga dapat terus berkembang melalui seni keagamaan,” ujarnya.
Rakerda tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda organisasi semata. Forum itu menjadi ruang untuk merumuskan program kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi seni qasidah sebagai media dakwah, pendidikan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Dengan penguatan hingga tingkat kelurahan dan gagasan Kampung Qasidah, LASQI Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menjadikan seni keagamaan bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai sarana membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.(ES)



















