“Ini bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi bentuk keseriusan kami dalam menjaga standar keamanan pangan. Kami ingin seluruh tim memiliki pemahaman yang sama bahwa kualitas makanan sangat menentukan kesehatan penerima manfaat,” ungkapnya.
Selain sesi materi, peserta juga aktif terlibat dalam diskusi interaktif. Berbagai persoalan teknis yang kerap dihadapi di lapangan dibahas secara terbuka, mulai dari penanganan bahan baku hingga distribusi makanan agar tetap higienis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kesadaran, kedisiplinan, serta keterampilan para penjamah makanan. Dengan demikian, kualitas pangan yang dihasilkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan layak konsumsi.
Langkah ini sekaligus mempertegas peran SPPG Dapur Satria Pringgondani sebagai garda terdepan dalam mendukung program peningkatan gizi siswa penerima manfaat di wilayah Desa Cikeusal.
Dengan pelatihan yang berkelanjutan, SPPG optimistis mampu menciptakan sistem pengolahan makanan yang profesional, higienis, dan berstandar tinggi hingga sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.(RJ)




















