Dairi, Walpisnusantaranews.com – Sejumlah orang tua siswa SMA Negeri 1 Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mengeluhkan harga atribut sekolah dan pakaian olahraga yang dinilai cukup membebani. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan perhatian serta memastikan adanya solusi yang tidak memberatkan orang tua siswa.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang orang tua siswa berinisial RW bersama sejumlah orang tua lainnya, Senin (5/10/2026). Menurut RW, pembelian atribut dan pakaian olahraga diarahkan melalui tempat tertentu yang diinformasikan kepada siswa.
RW menyebut, satu set atribut yang terdiri dari dasi, papan nama, bendera, dan topi SMA Negeri 1 Sidikalang dibanderol sekitar Rp75.000. Sementara pakaian olahraga disebut mencapai Rp180.000 per set.
Menurutnya, harga tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ditemukan di sejumlah toko lain.
“Kami sudah mencoba menelusuri harga di toko lain. Untuk satu set atribut, harganya sekitar Rp45.000, sedangkan baju olahraga sekitar Rp80.000. Mengapa di sekolah harganya lebih tinggi?” ujar RW, Senin (5/10/2026).
RW mengatakan, perbedaan harga tersebut menjadi perhatian para orang tua karena kebutuhan pendidikan siswa tidak hanya terbatas pada atribut dan pakaian olahraga. Masih terdapat berbagai kebutuhan lain yang harus dipenuhi selama anak mengikuti kegiatan pendidikan.
“Orang tua tentu berharap kebutuhan siswa bisa diperoleh dengan harga yang wajar dan terjangkau, apalagi masih banyak kebutuhan pendidikan lainnya,” katanya.
Untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan dari pihak SMA Negeri 1 Sidikalang, awak media berupaya menemui Kepala SMA Negeri 1 Sidikalang, Ronal Pasaribu.
Namun, yang bersangkutan belum dapat ditemui karena sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah.
Seorang petugas keamanan sekolah berinisial ST mengatakan kepala sekolah sedang mengikuti kegiatan gladi sehingga belum berada di lokasi.
“Pimpinan sekolah sedang berada di luar mengikuti kegiatan gladi, sehingga belum dapat ditemui,” ujar ST.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan langsung dari pihak sekolah mengenai mekanisme penetapan harga atribut dan pakaian olahraga tersebut, termasuk apakah pembelian tersebut bersifat wajib dan apakah siswa diperbolehkan memperoleh atribut maupun pakaian olahraga dari tempat lain.
Para orang tua siswa berharap pihak sekolah maupun pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kebijakan tersebut. Mereka juga meminta agar tersedia pilihan yang memungkinkan orang tua memperoleh kebutuhan siswa dengan harga yang wajar dan sesuai kemampuan masyarakat.
Masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diklarifikasi secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua.(ESS)



















